10 Jun 2025 14:53 - 3 menit membaca

“Sampah Sahabat Lingkungan”: SMK Negeri 1 Karanganyar Gaungkan Semangat Hijau Lewat Pelatihan Inspiratif

Bagikan

Karanganyar, Gasmeka News – Komitmen SMK Negeri 1 Karanganyar, Kebumen dalam mewujudkan sekolah ramah lingkungan kembali ditegaskan melalui Pelatihan Pengelolaan Sampah bertajuk “Sampah Sahabat Lingkungan”, yang digelar pada Selasa (10/6/2025) di Hotel Candisari Karanganyar.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program Adiwiyata sekolah yang didanai melalui hibah Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) bekerja sama dengan program Indonesia–Norwegia Tahap 2 dan 3 (FOLU-NC2&3).

Pelatihan secara resmi dibuka oleh Plt. Kepala SMK Negeri 1 Karanganyar, Budiyanto, S.Pd., M.Eng. Dalam sambutannya, Pihaknya menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai bentuk konkret pendidikan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Pengelolaan sampah bukan hanya tugas rutin, tetapi bagian dari tanggung jawab sosial yang harus ditanamkan sejak dini. Saya yakin, dari pelatihan ini akan lahir kader-kader lingkungan yang siap menjadi agen perubahan,” ungkapnya penuh semangat.

Kegiatan ini melibatkan guru, karyawan, serta siswa dari ekstrakurikuler Lingkungan Hidup dan OSIS. Mereka mendapatkan pembekalan seputar konsep, strategi, dan praktik pengelolaan sampah yang bijak dan ramah lingkungan.

Antusiasme peserta dari berbagai unsur sekolah mencerminkan semangat kolektif untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat, bersih, dan berkelanjutan.

Ketua panitia, Maswa, S.Pd., menekankan pentingnya mengubah cara pandang terhadap sampah. “Jika kita menganggap sampah sebagai musuh, maka kita cenderung mengabaikannya. Tapi saat kita melihatnya sebagai sahabat, kita terdorong untuk mengelola dengan bijak,” jelasnya.

Ia menambahkan, pelatihan ini bertujuan menumbuhkan kembali kepedulian lingkungan sekaligus membentuk budaya hidup bersih di sekolah.

“Kami berharap kegiatan ini menumbuhkan kebiasaan positif yang mendukung terwujudnya sekolah hijau yang bertanggung jawab secara ekologis,” imbuh Maswa.

Empat narasumber dihadirkan untuk memberikan wawasan menyeluruh. Narasumber pertama dari Dinas Lingkungan Hidup, Kelautan, dan Perikanan Kabupaten Kebumen membahas arah kebijakan pengelolaan sampah di tingkat kabupaten, memperluas perspektif peserta terkait kebijakan publik dan peran warga.

Narasumber kedua dari Bank Sampah Sultan Desa Gemeksekti memberikan inspirasi nyata melalui praktik pengelolaan sampah anorganik yang bernilai ekonomi. Peserta diajak melihat potensi sampah sebagai sumber daya, bukan sekadar limbah.

Sementara itu, narasumber ketiga dari Kelompok Tani Mertabaya Tani Jerukagung, Klirong, memaparkan teknik pembuatan kompos organik yang dapat diaplikasikan di pekarangan rumah atau sekolah. Sesi ini menjadi favorit karena memberi pengalaman langsung dan praktik lapangan.

Untuk mendukung pelatihan, panitia menyediakan berbagai fasilitas seperti konsumsi, ATK, perlengkapan pelatihan, hingga transportasi. Hal ini menjadi bukti keseriusan dalam menyukseskan kegiatan sekaligus memberikan kenyamanan bagi seluruh peserta.

Sebagai bentuk tindak lanjut, sekolah telah menyediakan tempat sampah pilah dan komposter di titik-titik strategis. Fasilitas ini diharapkan menjadi sarana edukatif dan simbol komitmen nyata dalam pengelolaan sampah berkelanjutan di lingkungan SMK Gasmeka.

Maswa menegaskan bahwa pelatihan ini tidak boleh berhenti di ruang seminar. “Kami ingin hasil pelatihan diterjemahkan ke dalam Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang konkret dan berkelanjutan,” tegasnya.

Salah satu peserta, Safira Tri Rossyana (17) dari kelas XI Pemasaran 3, mengungkapkan antusiasmenya. “Kegiatan ini sangat menambah wawasan. Kami belajar cara memilah sampah dan membuat kompos dari bahan organik. Seru dan sangat bermanfaat,” ujarnya.

Senada, Sisilia Naswa Febita (17) dari kelas XI Akuntansi 3 menyebut pelatihan ini sebagai pengalaman baru yang membuka wawasan.

“Kami jadi lebih tahu cara mengelola sampah agar bernilai ekonomi. Harapannya, kami bisa menerapkan ini di rumah dan sekolah serta menyebarkan ke teman-teman,” tuturnya. (sfd)

Share this Post
0
0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terima kasih semua pihak yg telah mendukung terlaksananya kegiatan ini. Semoga menjadi stimulan pengelolaan sampah di SMK Negeri 1 Karanganyar.

Terima kasih atas dukungan dan partisipasinya! Semoga kegiatan ini benar-benar menjadi pemicu semangat kita semua untuk terus mengelola sampah dengan bijak dan menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan lestari. Mari bersama-sama wujudkan SMK Gasmeka yang ramah lingkungan!

Selamat anak-anak kalian terpilih mengikuti kegiatan luar biasa ini, belum “nyampah” kalau belum tahu filosofi sampah. Dari barang yang terlihat tidak berharga menjadi barang yang bernilai. Kesadaran untuk tidak nyampah dan “membuang” sampah pada saatnya. Salam sampah sahabat lingkungan…

Selamat kepada para siswa yang terpilih mengikuti pelatihan berharga ini! Memang benar, sampah bukan sekadar limbah, tapi bisa jadi sumber manfaat jika kita pahami filosofi dan cara pengelolaannya. Semoga kesadaran ini terus tumbuh dan menjadi budaya di SMK Gasmeka. Salam “Sampah Sahabat Lingkungan” untuk kita semua!

Betul sekali! Konsistensi adalah kunci keberhasilan. Semangat terus untuk semuanya, jangan pernah lelah untuk terus berbuat baik dan menjaga lingkungan. Bersama kita bisa!

Semoga lebih peduli dengan kebersihan lingkungan dan bisa memanfaatkan sampah dengan baik……
Sampah di kelola dengan baik…bermanfaat untuk kelangsungan kehidupan….

Aamiin, terima kasih atas harapannya! Semoga kesadaran menjaga kebersihan dan pengelolaan sampah yang bijak terus tumbuh di hati kita semua. Dengan begitu, lingkungan menjadi lebih sehat dan kehidupan kita pun lebih lestari. Mari kita jaga bersama!