30 Jul 2025 17:59 - 3 menit membaca

Kunci Guru Hebat di Era Digital, Rofiah Akbar: “Guru Hebat Butuh Branding yang Kuat”

Bagikan

Karanganyar, Kebumen, MediaJurnalis – Peran guru di era digital tidak lagi cukup hanya dengan menguasai materi pelajaran. Guru masa kini dituntut tampil sebagai sosok profesional yang inspiratif, kredibel, dan berkarakter.

Inilah yang menjadi inti dari sesi Personal Branding Guru yang disampaikan oleh Rofiah Akbar, M.Psi., dalam kegiatan In House Training (IHT) di SMK Negeri 1 Karanganyar, Kebumen.

Materi ini disampaikan pada sesi ketiga IHT, Senin, 28 Juli 2025, di aula utama sekolah, dan menarik perhatian karena membahas topik yang jarang diangkat namun sangat relevan dengan dunia pendidikan saat ini.

Dalam pelatihannya, Rofiah menyampaikan bahwa personal branding bukan sekadar pencitraan, melainkan proses sadar membentuk persepsi positif dari lingkungan terhadap siapa dan bagaimana seorang guru. Ia menegaskan bahwa membangun citra diri adalah bagian dari tanggung jawab profesional guru di abad ke-21.

“Pertanyaannya bukan hanya ‘mengajar apa’, tapi lebih dalam: ‘ingin dikenal sebagai guru seperti apa?’ Branding adalah tentang konsistensi dalam sikap, tutur kata, dan cara membawa diri,” tegasnya di depan seluruh peserta.

Menurutnya, personal branding guru tercermin dari penampilan yang membangkitkan aura positif, keunikan dalam gaya interaksi, serta kompetensi yang terus diasah demi pembelajaran yang inspiratif dan mudah dipahami.

Tak hanya itu, Rofiah menekankan bahwa keteladanan adalah fondasi utama branding guru. Murid belajar bukan hanya dari ucapan, tetapi dari sikap, cara menghadapi masalah, dan bagaimana guru memperlakukan sesama.

Ahli psikiater ini juga menjelaskan bahwa personal branding guru dibangun melalui tindakan nyata, hadir tulus membantu murid, baik dalam belajar maupun menghadapi tantangan hidup. Guru perlu menjadi pendamping dan pemecah masalah, tak hanya secara akademik, tapi juga sosial dan emosional.

Selain itu, guru hebat adalah mereka yang terus belajar dan meningkatkan kompetensi, baik pedagogi, teknologi, maupun pemahaman karakter murid. Upaya ini membentuk kredibilitas dan citra positif, tak hanya di kelas, tetapi juga di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Para peserta tampak antusias mengikuti sesi ini. Banyak yang terinspirasi untuk membenahi cara mereka membawa diri sebagai pendidik. Beberapa guru bahkan membagikan pengalaman bahwa perubahan sikap sederhana namun konsisten berdampak besar pada hubungan dengan murid.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Karanganyar, Sehat Kandiawan, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi materi yang disampaikan. Menurutnya, sesi ini menjadi pengingat agar guru tak hanya fokus pada kurikulum, tetapi juga pada pembentukan karakter dan citra diri.

“Personal branding adalah kekuatan sunyi seorang guru. Ia tak terdengar, tapi dirasakan. Citra diri yang baik menular pada semangat murid, membentuk ekosistem belajar yang sehat, dan turut mengangkat nama sekolah,” ungkapnya.

SMK Negeri 1 Karanganyar mendorong guru tak hanya unggul dalam teknologi dan strategi mengajar, tetapi juga membangun citra diri yang positif, berkarakter, dan menjadi teladan yang menginspirasi. (sfd/ben)

Share this Post
2
0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *