
Karanganyar, Kebumen, MediaJurnalis – Banyak orang berbicara soal kepedulian, namun tidak semuanya mampu membuktikannya lewat tindakan nyata. Berbeda halnya dengan siswa-siswi SMK Negeri 1 Karanganyar, Kebumen, yang akrab disapa Gasmeka yang membuktikan rasa empati mereka melalui aksi donor darah.
Kegiatan kemanusiaan ini diselenggarakan oleh PMR Wira SMK Negeri 1 Karanganyar, bekerja sama dengan PMI Cabang Kebumen, pada Rabu (6/8/2025) bertempat di Aula sekolah setempat.
Sejak pagi, aula SMK Gasmeka dipenuhi semangat dan antusiasme. Para siswa, guru, hingga tenaga kependidikan bergantian hadir untuk berpartisipasi atau memberi dukungan. Meski jumlah pendonor terbatas, atmosfer yang tercipta sangat hangat dan menyentuh.
Petugas PMI hadir dengan profesional, lengkap dengan peralatan medis dan prosedur standar untuk memastikan proses donor berjalan aman dan nyaman.
Kepala SMK Negeri 1 Karanganyar, Sehat Kandiawan, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, tapi bentuk aksi nyata warga sekolah dalam berempati kepada sesama.
“Setetes darah kita bisa jadi sangat berarti bagi orang lain yang membutuhkan. Kegiatan ini bisa menjadi pengalaman nyata terutama bagi ekskul PMR, sehingga dalam mengikuti ekskul bisa terwujud prinsip meaningful,” ujarnya saat diwawancarai MediaJurnalis.
Kasek Sehat juga menyampaikan harapan besar agar denyut kepedulian ini tidak berhenti sampai di sini. Pihaknya berharap kegiatan kemanusiaan seperti donor darah dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan menjadi budaya positif di lingkungan sekolah.
“Harapan kami kegiatan ini bisa berlangsung secara periodik. Terima kasih kepada semua pihak yang telah ambil bagian dalam kegiatan donor darah ini,” imbuhnya.

PMR Wira Gasmeka terus menunjukkan konsistensinya dalam menghidupkan semangat kemanusiaan di tengah geliat dunia pendidikan. Kiprah mereka menjadi bukti bahwa kepedulian bisa ditanamkan sejak dini, bahkan dari lingkungan sekolah.
Pembina PMR, Nurul Nugraheni, S.Pd., menegaskan bahwa aksi donor darah bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wadah untuk menumbuhkan empati dan tanggung jawab sosial di kalangan siswa.
“Satu kantong darah yang kita berikan, bisa menjadi nafas baru bagi mereka yang membutuhkan,” ungkapnya penuh makna.
Lebih dari sekadar aksi sosial, donor darah ini menjadi ajang pembentukan karakter. Siswa dilatih untuk peduli, tanggap, dan siap berbagi, membuktikan bahwa generasi muda punya peran nyata dalam membangun kepedulian sosial.
Wahyu Irfansah, siswa kelas XI PM 3 yang menjadi salah satu pendonor, membagikan kesannya kepada awak MediaJurnalis. Dengan senyum hangat, ia menceritakan pengalamannya mengikuti kegiatan kemanusiaan ini.
“Donor darah membuat saya merasa lebih peduli. Ini pengalaman pertama saya, dan saya harap bisa terus ikut di kegiatan-kegiatan seperti ini,” ujarnya dengan mata berbinar.
Tak hanya Wahyu, banyak siswa lain juga menunjukkan ketertarikan dan antusiasme yang tinggi. Beberapa bahkan menyatakan keinginan untuk menjadi pendonor rutin. Hal ini menjadi pertanda bahwa nilai-nilai kemanusiaan mulai tertanam kuat di lingkungan sekolah.
PMR Wira Gasmeka berkomitmen akan terus menjadi pelopor kegiatan sosial di SMK Gasmeka. Dengan semangat kolaborasi bersama PMI dan dukungan sekolah, kegiatan semacam ini akan terus digalakkan agar lebih banyak siswa terlibat dan terinspirasi.
Langkah awal menuju lahirnya generasi Gasmeka yang tak hanya berpikir cerdas, tapi juga bertindak tulus telah dimulai. Terus ikuti jejak langkah mereka, karena masih banyak cerita inspiratif yang siap menginspirasi. (sfd/ben)
Baca Berita Lainnya :
SIAMO…!!!!