21 Agu 2025 10:33 - 3 menit membaca

4 Hari, Gasmeka Cetak Generasi Merdeka Lewat 7 KAIH

Bagikan

Karanganyar, Kebumen, MediaJurnalis — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, SMK Negeri 1 Karanganyar mencatat tonggak baru dalam transformasi pendidikan dengan menyelenggarakan kegiatan kokurikuler bertajuk Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH).

Selama empat hari berturut-turut, Selasa – Jumat, (19–22/8/25), sekolah ini mengganti seluruh kegiatan belajar mengajar di kelas dengan aktivitas pembentukan karakter yang berorientasi pada deep learning serta penguatan nilai-nilai Penguatan 8 Dimensi profil lulusan.

Berbeda dari seremoni peringatan kemerdekaan pada umumnya, SMK N 1 Karanganyar menghadirkan model pembelajaran kontekstual berbasis proyek dan refleksi sosial.

Kegiatan 7 KAIH ini merupakan bagian integral dari Projek Penguatan 8 Dimensi Profil Lulusan yang diterapkan secara serentak di seluruh jenjang kelas X, XI, dan XII, sesuai amanat Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025.

“Kami tidak ingin siswa hanya pintar secara akademik, tetapi juga tangguh secara karakter. Karena itulah kami menerapkan Kurikulum Merdeka secara menyeluruh, bukan bertahap,” ungkap Kepala SMK Negeri 1 Karanganyar, Sehat Kandiawan, S.Pd., M.Pd.

Melalui pendekatan block week, seluruh aktivitas pembelajaran difokuskan penuh pada kegiatan kokurikuler selama satu minggu.

Hal ini menjadi praktik nyata whole-school approach yang sejalan dengan prinsip deep learning Kemendikdasmen: pembelajaran mendalam yang menumbuhkan kesadaran diri, empati, serta kemampuan berpikir kritis melalui pengalaman langsung.

Hari pertama dibuka dengan tema “Bersih Lingkunganku, Sehat Hidupku.” Seluruh siswa membersihkan ruang kelas dan lingkungan sekolah secara gotong royong, disertai lomba kebersihan antar kelas. Aktivitas ini menumbuhkan kepedulian lingkungan dan tanggung jawab sosial.

Hari kedua dan ketiga mengangkat tema “Aku Bisa Berkarya.” Siswa berkolaborasi membuat kerajinan dari botol plastik bekas, kemudian memamerkannya dalam galeri mini di ruang kelas masing-masing untuk dinilai oleh dewan juri.

Kegiatan ini menumbuhkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta kesadaran akan pentingnya daur ulang.

Hari terakhir ditutup dengan tema “Hidup Sehat,” berupa jalan sehat bersama dan sarapan sehat dari bekal masing-masing siswa. Selain menanamkan gaya hidup sehat, kegiatan ini mempererat solidaritas dan kebersamaan seluruh warga sekolah.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Umi Bekti Utami, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini memberi pengalaman belajar yang bermakna.

“Kami tidak ingin siswa hanya tahu soal sampah secara teori, tapi juga mengalami proses berpikir, mencoba, gagal, lalu menemukan solusi sendiri. Itulah makna deep learning,” ujarnya.

Umi mengungkapkan bahwa semangat tersebut tampak dalam proyek siswa yang membuat karya dari bahan botol bekas. Kegiatan ini tidak hanya melatih kreativitas, tetapi juga membentuk sikap tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan.

Respons siswa sangat antusias. Silfina Aqueeno, siswi kelas XI AK 3, mengungkapkan bahwa kegiatan ini mengajarkan kekompakan, kreativitas, dan kerja sama yang nyata antar teman.

“Kami belajar untuk solid, berkreasi, dan memanfaatkan barang bekas, terutama botol. Semoga ke depan karya kami tidak hanya jadi proyek sekali pakai yang akhirnya menjadi sampah, tapi benar-benar bisa bermanfaat dan digunakan kembali,” ujar Silfina seraya senyum simpul. (sfd/ben)

Baca Berita Lainnya :  

Share this Post
8
0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *