
KEBUMEN, MediaJurnalis – Gegap gempita mewarnai Karnaval Pembangunan HUT ke-80 Republik Indonesia di Kebumen, Senin (18/8/2025) sore, ketika 107 kontingen ambil bagian dalam ajang spektakuler tersebut.
Sontak, ribuan warga tumpah ruah memenuhi sepanjang jalan protokol pusat kota, menikmati rangkaian atraksi penuh warna yang menyulut antusiasme sejak siang hari.
Tepat pukul 13.15 WIB, iring-iringan karnaval resmi dilepas dari Pendopo Kabumian. Meski matahari menyengat, para peserta tetap bersemangat menampilkan atraksi dan kreasi terbaik mereka, mulai dari mobil hias, pertunjukan seni, hingga berbagai atraksi khas daerah yang memukau penonton.
Kemeriahan semakin pecah ketika barisan pembuka muncul. Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, bersama sang suami, Mohammad Yahya Fuad, melambaikan tangan dari atas mobil off-road. Kehadiran mereka langsung disambut tepuk tangan meriah dari masyarakat yang memadati sepanjang rute karnaval.

Tak hanya bupati, sejumlah pejabat penting juga ikut menyemarakkan jalannya pawai. Hadir di antaranya anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dr. Faiz Alauddien Reza, Ketua TP PKK Kebumen Nurjanah, serta jajaran Forkopimda. Kehadiran mereka menambah khidmat sekaligus semarak suasana.
Menurut panitia, jumlah peserta karnaval sebenarnya lebih besar dari yang terdaftar. Meski 107 kontingen tercatat resmi, banyak kelompok masyarakat ikut serta meski tidak masuk dalam daftar, membuat iring-iringan tampak nyaris tiada henti.
Ragam kreasi menjadi suguhan utama yang paling ditunggu-tunggu warga. Seni tradisional, pertunjukan budaya lokal, hingga dekorasi mobil hias unik tampil bergantian menyedot perhatian penonton. Jalanan pun penuh warna dan keceriaan dari awal hingga akhir.

Menariknya, di tengah gemerlap karnaval, suasana sempat hening ketika azan Asar berkumandang dari Masjid Kauman. Seluruh peserta berhenti sejenak memberi penghormatan, sebelum iring-iringan kembali berlanjut.
Tak hanya peserta, lautan penonton yang membanjiri jalan protokol juga menjadi daya tarik tersendiri. Warga dari berbagai kecamatan datang berbondong-bondong, bahkan sebagian rela menunggu sejak pagi untuk mendapatkan posisi terbaik menonton.
Sementara itu, keberadaan pedagang kaki lima ikut memeriahkan suasana. Lapak mereka diserbu pembeli yang mencari minuman segar dan makanan ringan setelah lelah berdiri berjam-jam menyaksikan jalannya pawai.
Meski cuaca terik, rangkaian acara tetap berlangsung lancar hingga selesai. Dukungan aparat keamanan dan pengaturan lalu lintas yang tertib membuat suasana kondusif serta memberi kenyamanan bagi ribuan warga yang hadir.

Dilansir dari www.kebumenkab.go.id, rangkaian perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia di Kebumen belum berakhir. Pemerintah daerah masih menyiapkan sejumlah agenda besar untuk terus menghadirkan semangat kebersamaan bagi masyarakat.
Salah satunya adalah Kirab Budaya dan Grebeg Gunungan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-396 Kebumen. Tradisi tahunan ini menjadi wadah untuk menampilkan kekayaan seni sekaligus kearifan lokal yang dimiliki Bumi Lawet.
Agenda akbar tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis (21/8/2025) dengan rute serupa seperti sebelumnya. Kehadirannya diharapkan mampu kembali membangkitkan rasa persatuan sekaligus memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya daerah.
Sementara itu, di atas panggung kehormatan, Bupati Kebumen Lilis Nuryani mengajak masyarakat untuk kembali berpartisipasi ambil bagian dalam agenda berikutnya.
“Mari ramaikan Kirab Budaya dan Grebeg Gunungan dalam rangka Hari Jadi ke-396 Kebumen. Jangan sampai terlewat,” ujarnya penuh semangat. (MJ/*)
Baca Berita Lainnya :
Tinggalkan Balasan