24 Agu 2025 02:13 - 2 menit membaca

Puluhan Ribu Warga Serbu Alun-Alun, Kebumen Fest 2025 Dibuka Spektakuler

Bagikan

KEBUMEN, MediaJurnalis – Puluhan ribu warga memadati Alun-alun Pancasila pada Sabtu (23/8/2025) malam. Suasana menjelma pesta rakyat ketika Kebumen Fest 2025 resmi dibuka dengan pertunjukan yang memukau.

Dentuman musik, gemerlap cahaya, dan sorak-sorai penonton berpadu menciptakan atmosfer meriah, sebuah momen yang sulit dilupakan bagi masyarakat yang hadir.

Tak hanya meriah, pembukaan tahun ini juga menorehkan sejarah baru bagi Kabupaten Kebumen. Dua pertunjukan megah, tari kolosal Suwardana Kabumian dan pertunjukan drone perdana, disusul penampilan Gilcoustic yang membius ribuan pasang mata.

Sementara itu, Ketua Panitia Kebumen Fest, Haryono Wahyudi, menggambarkan antusiasme warga yang membludak. “Bahkan di luar alun-alun sudah tak tertampung lagi,” jelasnya.

Selanjutnya, acara resmi dibuka dengan pemukulan gong oleh Bupati Kebumen, Lilis Nuryani. Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa festival ini merupakan bagian dari Hari Jadi ke-396 Kabupaten Kebumen sekaligus selebrasi penetapan Geopark Kebumen sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark (UGGp).

Menurut Lilis, Kebumen Fest 2025 bukan sekadar hiburan, melainkan wujud semangat Kebumen Berdaya yang terus digaungkan Pemerintah Kabupaten.

Sorotan kemudian tertuju pada tari kolosal Suwardana Kabumian. Sebanyak 240 penari lintas jenjang, dari SD hingga perguruan tinggi, mementaskan enam ragam tarian bertema: cepetan, lawet, ombak, lampor, Nyi Roro Kidul, dan tarian ekstra properti.

Tak kalah penting, karya garapan koreografer Bima Satrya Wardhana (Bravery Dancer) ini memuat makna historis. “Suwardana” berarti kemakmuran besar, sedangkan “Kabumian” merujuk pada Pangeran Bumidirdjo, tokoh penting dalam sejarah Kebumen.

Lebih istimewa, tarian tersebut telah didaftarkan dan resmi berhak cipta atas nama Kabupaten Kebumen pada 22 Agustus 2025.

Selain tarian, publik dibuat terpukau oleh drone show selama 15 menit. Puluhan drone melukis langit dengan formasi “Hi Kebumates,” “Selamat Datang,” logo sponsor, hingga bentuk-bentuk ikonik seperti Burung Lawet dan lingkaran matahari.

Dengan demikian, suguhan teknologi modern itu menjadi penyeimbang sempurna bagi keanggunan seni tradisional, mewujudkan harmoni yang jarang tersaji di panggung daerah.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Pemkab Kebumen dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat riset dan edukasi Geopark Kebumen melalui Kampus Geologi Karangsambung. (MJ/*)

Baca Berita Lainnya :  

Share this Post
0
0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *