
Kebumen, MediaJurnalis – Malam pembukaan Kebumen Fest 2025 mencatat sejarah baru. Sabtu (23/8/2025) malam, selama 15 menit, langit Alun-alun Pancasila berubah menjadi kanvas raksasa ketika puluhan drone beterbangan membentuk formasi bercahaya yang memukau ribuan pasang mata.
Lebih dari itu, atraksi ini bukan sekadar hiburan. Drone show menjadi simbol kemajuan Kebumen yang berhasil menggabungkan teknologi modern dengan identitas lokal yang kuat.
Bahkan, lebih dari 22 ribu warga bersorak ketika tulisan “Hi Kebumates” terpampang jelas di angkasa. Suasana makin meriah saat formasi berganti menjadi “Selamat Datang” dan “Kebumen Berdaya.”
Tak hanya itu, burung lawet “ikon khas Kebumen” muncul megah dalam cahaya drone, seolah terbang bebas di langit malam. Adegan ini disambut riuh tepuk tangan penonton yang larut dalam rasa bangga.
Menurut panitia, pertunjukan drone ini dipersiapkan khusus sebagai daya tarik utama festival. “Kami ingin masyarakat merasakan pengalaman berbeda, sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya di Kebumen,” ujar Ketua Panitia, Haryono Wahyudi.

Di sisi lain, visual yang ditampilkan juga sarat makna. Burung lawet melambangkan potensi ekonomi lokal dari sarang burung walet, sementara tulisan “Kebumen Berdaya” menggaungkan semangat pembangunan bersama.
Sementara itu, Bupati Kebumen, Hj Lilis Nuryani, menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar pesta rakyat, melainkan ajang memperkenalkan wajah baru Kebumen yang kreatif dan modern.
“Atraksi ini membuktikan bahwa Kebumen bisa menghadirkan tontonan kelas dunia dengan tetap menjaga jati diri daerah,” ucapnya dalam sambutan pembukaan.
Tak kalah heboh, hampir semua penonton mengabadikan momen spektakuler ini melalui ponsel dan membagikannya ke media sosial. Dalam hitungan menit, linimasa dipenuhi unggahan video dan foto drone show.
Di sisi lain, panggung Kebumen Fest dilanjutkan dengan konser musik yang membuat suasana semakin hangat. Namun bagi banyak orang, 15 menit cahaya di angkasa itulah yang akan selalu membekas. (MJ/*)
Baca Berita Lainnya :
Tinggalkan Balasan