
KEBUMEN, Media Jurnalis – Gelaran Festival Literasi Kebumen 2025 semakin semarak dengan hadirnya acara istimewa bertajuk Sharing Session Tokoh Literasi Nasional.
Acara ini digelar pada Selasa, 26 Agustus 2025, pukul 18.00–21.00 WIB, di Gedung Setda Kebumen. Kehadiran para narasumber kelas nasional membuat forum ini menjadi salah satu agenda paling ditunggu dalam festival literasi tahun ini.
Menariknya, kegiatan ini menghadirkan tiga tokoh ternama di bidang literasi. Mereka adalah Drs. Yoyo Yahyono, S.IP., M.Si., Pustakawan Ahli Utama Perpustakaan Nasional; Prof. Dr. Azam Syukur R., S.H.I., M.Si., M.AM.Psi., tokoh literasi nasional; serta Nasirun Purwokartun, penulis nasional yang dikenal lewat berbagai karya inspiratif.
Selain itu, sharing session ini diperuntukkan khusus bagi pustakawan, guru, dan pegiat literasi. Kuota yang tersedia hanya 200 peserta, sehingga pendaftaran yang dibuka hingga 24 Agustus 2025 langsung disambut dengan antusias tinggi.

Lebih lanjut, panitia juga menyiapkan sertifikat resmi bagi peserta yang hadir. Menariknya lagi, kegiatan ini digelar secara gratis sehingga semakin memperluas kesempatan bagi masyarakat yang ingin meningkatkan kapasitas diri melalui literasi.
Sementara itu, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Sigit Dwi Purnomo, A.Pi., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada sekitar 200 peserta yang hadir.
Ia menekankan pentingnya komitmen bersama untuk terus berkontribusi di lingkungan masing-masing dalam menggelorakan semangat literasi.
“Dengan membaca, kita bisa membuka jendela dunia. Saya berharap gerakan ini tidak berhenti di festival saja, tetapi terus hidup dalam keseharian masyarakat Kebumen,” ungkapnya penuh semangat.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga diharapkan menjadi ruang bertukar pikiran, berbagi pengalaman, sekaligus menumbuhkan jejaring literasi antara tokoh nasional dengan pelaku literasi di Kebumen.
Momentum ini sejalan dengan semangat Bupati Kebumen, Hj. Lilis Nuryani, dan Wakil Bupati H. Zaeni Miftah, yang terus mendorong literasi sebagai bagian penting pembangunan daerah.
Pada akhirnya, kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Kebumen, Perpustakaan Nasional, dan komunitas literasi lokal menjadi bukti bahwa gerakan literasi adalah kerja bersama.
Dengan adanya forum ini, diharapkan lahir gagasan-gagasan segar yang tidak hanya memperkuat budaya baca, tetapi juga melahirkan karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat. (MJ/*)
Baca Berita Lainnya :
Tinggalkan Balasan