
Karanganyar, MediaJurnalis – Penyuluh Agama Islam dari KUA Ambal, Kebumen, Kyai Muhamad Najibu Zuhad, S.Sy., mengajak umat Islam untuk memperbanyak shalawat sekaligus meneladani sirah Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman hidup.
Pasalnya, shalawat bukan sekadar doa, tetapi dasar kecintaan kepada Rasulullah sekaligus pedoman bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan.
Hal itu Pihaknya sampaikan dalam pengajian akbar memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah yang digelar Halaman SMK Negeri 1 Karanganyar, Kamis (25/9/2025).
Kyai Najibu menegaskan bahwa Maulid Nabi bukan hanya seremoni tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat iman dan meneladani akhlak Rasulullah. Dalam ceramahnya, ia juga mengingatkan pentingnya menjadikan shalawat sebagai amalan harian.
“Dengan memperbanyak shalawat, hati menjadi tenang, iman semakin kokoh, dan hidup lebih terarah. Inilah kunci bagi generasi muda agar tidak tergerus oleh arus zaman,” tegasnya.
Lebih jauh, Kyai juga mengingatkan pentingnya mengamalkan seluruh rukun Islam secara konsisten dalam setiap langkah kehidupan sehari-hari.
“Jangan pernah meninggalkan shalat, karena shalat adalah tiang agama dan penopang utama keimanan seorang muslim,” pesannya tegas.
Beliau menambahkan bahwa siapa pun yang mempelajari sejarah Nabi akan memperoleh rahmat dan ampunan dari Allah SWT serta petunjuk menuju jalan keselamatan.
Tak berhenti di situ, Kyai Najibu turut mengisahkan sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW di Kota Mekkah. Mulai dari peran Halimatus Sa’diyah sebagai ibu susu Rasulullah hingga kisah unta yang menjadi bagian dari perjalanan sejarah beliau, semuanya disampaikan dengan runtut dan penuh makna.
Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Karanganyar, Sehat Kandiawan, S.Pd., M.Pd., saat diwawancarai MediaJurnalis melalui sambungan telepon menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi hendaknya menjadi momentum muhasabah diri.
“Peringatan Maulid Nabi setiap tahun ini hendaknya menjadi momen introspeksi diri sebagai umat Rasulullah SAW,” ujarnya.
Kasek Sehat juga mengingatkan pentingnya perenungan mendalam dengan hati yang suci.
“Apakah kita telah betul-betul meneladani beliau atau belum? Apakah kita benar-benar menjalankan syariat Islam dengan baik?” tambahnya.
Lebih lanjut, Kepala Sekolah ini berharap peringatan Maulid Nabi tidak sekadar rutinitas.
“Harapan kita akan syafaat Nabi di akhirat kelak semoga tidak hanya menjadi harapan kosong, tetapi benar-benar mendorong peningkatan iman dan Islam,” pungkasnya. (put/ard/ver/tia)
Baca Berita Lainnya :
Sesibuk apapun jangan pernah tinggalkan sholat
MasyaAllah, nasihat yang sangat baik 😊
Sesibuk apa pun aktivitas kita, semoga shalat tetap menjadi prioritas dan kebutuhan utama dalam kehidupan. Karena dari shalatlah kita belajar disiplin, ketenangan, dan mendekatkan diri kepada Allah 🙏