
Karanggayam, GasmekaNEWS – Suasana Desa Karanggayam, Kecamatan Karanggayam, tampak lebih hidup dengan adanya kegiatan promosi budaya dan sosialisasi wisata lokal di Purangga Park. Acara berlangsung meriah dengan kehadiran peserta dari berbagai lembaga pada Rabu, (10/12/2025).
SMK Negeri 1 Karanganyar turut hadir sebagai bagian dari dukungan pendidikan terhadap penguatan wisata lokal berbasis budaya dan sejarah. Keterlibatan sekolah tersebut sekaligus menunjukkan komitmen dalam mendorong pembelajaran kontekstual bagi dunia pendidikan.
Ketua Pengelola Purangga Park, Hank Suhartono, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan mengenalkan potensi budaya dan paket wisata edukatif yang dimiliki Purangga Park.
Ia menegaskan bahwa kawasan tersebut memiliki karakter dan nilai lokal yang patut dipromosikan lebih luas.
Lebih lanjut, Hank menjelaskan bahwa munculnya gagasan Purangga Park tidak lepas dari banyaknya potensi yang sebelumnya belum tergarap.
“Karena itulah kemudian muncul gagasan untuk memanfaatkan potensi wilayah ini dengan menjadikannya desa wisata,” ujarnya.

Pak Hank juga menyoroti adanya jejak sejarah perjuangan di wilayah tersebut. “Di sini ada monumen dan prasasti pertempuran antara tentara RI dan Belanda pada tahun 1947,” tuturnya.
Ia menyebut pertempuran itu menelan korban lebih dari 40 pejuang RI dan sekitar 60 tentara Belanda.
Selain sejarah, peserta juga diperkenalkan dengan paket wisata unggulan lain, seperti menabuh gamelan, kunjungan ke TPS 3R, hingga mengenal budaya lokal di rumah ciri ping. Seluruh rangkaian kegiatan disambut antusias oleh para undangan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan sejumlah OPD Kabupaten Kebumen, seperti Dinas Perpustakaan, Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata, dan BMD. Selain itu, lembaga pendidikan dari tingkat SD hingga SMK di wilayah Karanggayam dan Karanganyar juga tampak aktif mengikuti seluruh sesi.
Hank berharap kegiatan ini membuka peluang kolaborasi antara Purangga Park dan sekolah. Menurutnya, kawasan ini memiliki potensi besar untuk dijadikan lokasi outing class serta projek pembelajaran berbasis budaya dan lingkungan.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Karanganyar, Sehat Kandiawan, S.Pd., M.Pd., melalui Pembina Ekstrakurikuler Lingkungan Hidup Gasmeka, Khanif Nasrudin, S.Pd., menyampaikan bahwa keterlibatannya membawa manfaat bagi sekolah.
“Informasi dan praktik baik yang kami dapatkan sangat relevan untuk pengembangan program lingkungan hidup di sekolah,” ujarnya.
Khanif menambahkan bahwa hasil kegiatan ini akan diupayakan untuk diterapkan di sekolah sebagai penguatan program lingkungan hidup.
“Semoga wawasan yang kami peroleh dapat menguatkan gerakan peduli lingkungan di SMK Negeri 1 Karanganyar,” harapnya. (sfd)
Baca Berita Lainnya :
Geopark apa bukan?