30 Mei 2026 16:07 - 3 menit membaca

Cegah Kecurangan Asesmen, Primat Suherman Tekankan Budaya Integritas di Sekolah

Bagikan

Karanganyar, GasmekaNEWS — Guru Praktisi, Primat Suherman, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya membangun budaya integritas di lingkungan sekolah guna mencegah berbagai bentuk kecurangan dalam pelaksanaan asesmen di era digital.

Hal tersebut disampaikan pada kegiatan In House Training (IHT) Pengembangan Kurikulum Tahun Ajaran 2026/2027 di SMK Negeri 1 Karanganyar Kebumen, Jumat (29/5/2026).

Pasalnya, kemajuan teknologi turut meningkatkan potensi terjadinya kecurangan dalam asesmen apabila tidak diimbangi dengan penguatan karakter dan budaya integritas di lingkungan sekolah.

Pada kesempatan tersebut, Primat hadir sebagai narasumber dengan materi bertajuk Pelatihan Pembuatan Soal Asesmen Online Anti Dicurangi Asesi.

Dalam pemaparannya, ia menyoroti tantangan pelaksanaan asesmen di era digital yang semakin kompleks seiring perkembangan teknologi.

Menurutnya, kemajuan teknologi memberikan banyak kemudahan dalam proses pembelajaran, namun juga menghadirkan tantangan baru dalam pelaksanaan evaluasi hasil belajar.

Salah satu tantangan yang menjadi perhatian adalah potensi kecurangan dalam pelaksanaan asesmen berbasis online.

Primat menjelaskan bahwa berbagai bentuk kecurangan dapat terjadi ketika sistem asesmen tidak dirancang secara tepat dan tidak didukung pengawasan yang memadai.

Kondisi tersebut, lanjutnya, dapat memengaruhi validitas hasil asesmen sehingga kemampuan peserta didik tidak dapat terukur secara optimal.

Karena itu, guru dituntut mampu menyusun instrumen asesmen yang tidak hanya mengukur hasil belajar, tetapi juga mendorong kejujuran dan tanggung jawab peserta didik.

“Tujuan asesmen bukan sekadar memperoleh nilai, tetapi untuk mengetahui kompetensi yang benar-benar dimiliki peserta didik,” ujarnya.

Sebagai solusi, Primat memperkenalkan aplikasi EXAMON (Exam Online) yang dapat dimanfaatkan guru untuk menyelenggarakan asesmen berbasis digital secara lebih efektif dan terkontrol.

Melalui aplikasi tersebut, guru dapat mengelola bank soal, pelaksanaan ujian, hingga pengolahan hasil asesmen secara lebih praktis dan terstruktur.

Tidak hanya menyampaikan materi, Primat juga mengajak peserta IHT untuk mempraktikkan secara langsung penggunaan aplikasi tersebut agar dapat diterapkan dalam proses pembelajaran dan asesmen di sekolah.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi perlu diimbangi dengan desain asesmen yang baik sehingga mampu meminimalkan peluang terjadinya kecurangan.

Selain aspek teknis, Primat juga menekankan pentingnya membangun budaya integritas di lingkungan sekolah.

Menurutnya, integritas tidak cukup dibangun melalui sistem atau teknologi, tetapi juga melalui pembiasaan sikap jujur yang ditanamkan dalam setiap proses pembelajaran.

Ia menilai bahwa guru memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik agar menjunjung tinggi kejujuran dan tanggung jawab akademik.

“Tujuan utama pendidikan bukan hanya menghasilkan peserta didik yang cerdas, tetapi juga pribadi yang berkarakter dan berintegritas,” ungkapnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala SMK Negeri 1 Karanganyar Kebumen, Sehat Kandiawan, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa sekolah berkomitmen menjadi sekolah yang menjunjung tinggi nilai integritas dalam setiap aspek pembelajaran.

Menurutnya, komitmen tersebut diimplementasikan melalui berbagai program sekolah, salah satunya melalui kegiatan In House Training (IHT) Pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan yang sedang berlangsung.

Salah satu pilar yang menjadi perhatian sekolah adalah integritas peserta didik, terutama dalam proses pembelajaran dan pelaksanaan asesmen.

“Integritas murid tercermin dari sikap jujur dalam belajar maupun saat mengikuti asesmen. Karena itu, sekolah terus berupaya membangun budaya yang menjunjung tinggi kejujuran dan menghindari segala bentuk kecurangan,” ujarnya.

Sehat  Kandiawan menambahkan, budaya integritas tidak hanya ditanamkan kepada peserta didik, tetapi juga harus menjadi teladan bersama, mulai dari kepala sekolah, guru, hingga tenaga kependidikan.

Nilai kejujuran dan integritas diharapkan dapat terus tumbuh menjadi budaya positif yang mengakar di lingkungan SMK Negeri 1 Karanganyar. (sfd)

Baca Berita Lainnya :

Informasi SPMB 2026 

Share this Post
0
0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *