
Karanganyar (GasmekaNews) – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Karanganyar Kabupaten Kebumen yang lebih dikenal dengan sebutan Gasmeka itu, menggelar MPLS atau Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi peserta didik baru. Kegiatan tersebut akan berlangsung selama 4 hari yakni tanggal 11, 12, 13 dan 14 Juli 2022. Kegiatan ini diawali dengan upacara bendera yang diikuti seluruh warga SMK Negeri 1 Karanganyar. Kegiatan tersebut pun berjalan lancar dan hikmah, Senin (11/7/22) pagi.
Tema yang diangkat dalam kegiatan MPLS tersebut yakni “Bangkit, Berlari Menggapai Prestasi dan Perwujudan Profil Pelajar Pancasila”. Selama MPLS berlangsung, peserta didik baru dikenalkan lebih dalam tentang SMK Negeri 1 Karanganyar, seperti visi misi sekolah, tata tertib sekolah, dan lain sebagainya. Tidak hanya itu, peserta didik baru dikenalkan juga dengan budaya kearifan lokal dan pemahaman karakter, sehingga diharapkan usainya MPLS tersebut, dapat menjadikan peserta didik yang disiplin, beriman, dan berkarakter pancasila.
Pada kesempatan itu, Kepala SMK Negeri 1 Karanganyar Kabupaten Kebumen, Drs. Eddy Nugroho, M.Eng menyematkan tanda peserta kepada dua siswa-siswi wakil dari peserta MPLS SMK Negeri 1 Karanganyar kelas X baru yang berjumlah 432 peserta didik atau sebanyak 12 rombongan belajar (rombel) sebagai tanda dibukanya secara resmi MPLS Tahun Pelajaran 2022/2023 di SMK Negeri 1 Karanganyar.
Dalam sambutannya, Eddy menyampaikan bahwa MPLS merupakan rangkaian penting yang harus diikuti oleh seluruh peserta didik baru saat pertama kali memasuki sekolah barunya. “melalui kegiatan MPLS inilah banyak informasi yang diterima oleh para peserta didik baru, membantu beradaptasi dan memperhatikan aturan sekolah yang harus dipatuhi, dilaksanakan sekaligus dibudayakan selama menjadi pelajar di sekolah ini.” terang Eddy.
Kegiatan MPLS, lanjut Eddy, diarahkan untuk sebuah kebangkitan satuan pendidikan di tengah keprihatinan pandemi yang belum berakhir, bergerak dan berkolaborasi dengan seluruh warga satuan pendidikan SMK Negeri 1 Karanganyar, berinovasi selaras dengan era revolusi industri untuk mewujudkan pencapaian prestasi terbaik dalam kecintaan terhadap bangsa dan negara Republik Indonesia.

Tidak hanya itu, Eddy juga menambahkan, kegiatan MPLS juga membantu mengenalkan kepada peserta didik baru tentang lingkungan SMK Negeri 1 Karanganyar dan sekitarnya, antara lain terhadap aspek keamanan, fasilitas umum, dan sarana prasarana sekolah, mengembangkan interaksi positif antar peserta didik dan warga sekolah lainnya, memperkenalkan dan menambah wawasan peserta didik baru dalam penggunaan sarana akademik yang tersedia di sekolah secara optimal.
Sebagai bentuk penanaman karakter pelajar pancasila kepada peserta didik baru, pihaknya mengembangkan kemampuan intelektual, emosional, spiritual dan menumbuhkan perilaku positif. “bentuk penanaman karakter diantara lain: kejujuran, kemandirian, sikap saling menghargai, menghormati keanekaragamanan dan persatuan, kedisiplinan, hidup bersih dan sehat untuk mewujudkan peserta didik yang memiliki nilai integritas, etos kerja, dan semangat gotong royong sehingga lulusan nantinya bisa siap bekerja, melanjutkan dan bisa berwirausaha.” imbuhnya yang juga lulusan Magister Sistem Teknik Universitas Gajah Mada Yogyakarta itu.
Salah satu peserta didik baru Vegyana (15) kelas X dari Jurusan Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran, merasa gembira bisa diterima di SMK Negeri 1 Karanganyar. Setelah lebih dari setahun harus belajar dari rumah akibat pandemi Covid-19, kini Vegyana bisa hadir langsung di sekolahan lagi di jenjang dan tempat yang berbeda. “Alhamdulillah…senang banget pak,. setahun lebih di rumah, suntuk, akhirnya bisa belajar tatap muka di SMK Negeri 1 Karanganyar, bisa ketemu teman-teman baru dan suasana baru. Semoga saya bisa mengukir prestasi lebih baik disini pak,” katanya yang juga lulusan MTs Negeri 2 Banyumas tahun ini.
BUDAYA INDUSTRI HARUS ADA DI SEKOLAH
Kepala SMK Negeri 1 Karanganyar Kabupaten Kebumen, Drs. Eddy Nugroho, M.Eng selalu memberikan pembinaan kepada warga sekolah, sehubungan dalam rangka perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, dengan enam ciri utama: beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif serta tuntutan tentang peningkatan kualitas lulusan pendidikan vokasi terus berkembang seiring perkembangan dunia industri.
Maka sistem pendidikan dan proses belajar di SMK Negeri 1 Karanganyar harus dirancang agar menyerupai tempat kerja di dunia industri dan atau dunia usaha, baik peralatannya, sarana prasarana pendukungnya, keterampilan penggunaan alat kerja dan mesin produksi, maupun budaya kerjanya.
Berhubung masalah budaya kerja itu bukan hal yang bersifat instan maka perlu dimulai sejak dini dan dalam waktu yang cukup lama serta didukung oleh lingkungan sekitar. Di SMK Negeri 1 Karanganyar bisa diaplikasikan selama 2 tahun dan didukung dengan lingkungan keluarga juga sebagai penguat, sehingga bisa menjadi bagian dari kehidupan siswa pendidikan vokasi dan secara perlahan mampu membentuk karakter atau kepribadian. “Niatkanlah dari sekarang, siap untuk dididik dan dilatih”, harapnya
“Oleh karena itu, melalui implementasi kurikulum merdeka SMK Negeri 1 Karanganyar akan terus menciptakan kedisiplinan tersebut diantaranya membiasakan berangkat tepat waktu, mengikuti aturan sekolah dan membudayakan salam kepada peserta didik lain dan kepada guru apabila berpapasan di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.” Imbuhnya (sef)
———————————————————————————–
JURNALIS GASMEKA
Cerdas Penuh Kreativitas

#gasmeka #smknegeri #smknegeri1 #SMKNegeri1Karanganyar #SMKN1Karanganyar #SMKN1KaranganyarKebumen #SMKNegeri1 #SMKNegeri #SMKGasmeka #Gasmeka #GasmekaTivi #GasmekaNews #GasmekaTV
Tinggalkan Balasan