18 Jul 2022 14:59 - 4 menit membaca

BPBD Kebumen Latih Siswa Siaga Bencana

Bagikan

Karanganyar (GasmekaNews) – Sebanyak 100 siswa SMK Negeri 1 Karanganyar Kebumen mengikuti kegiatan pelatihan sekolah aman bencana yang diadakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen. Bertempat di Aula sekolah setempat, Kegiatan tersebut berlangsung selama empat hari, mulai Senin – Kamis (18-21/7/2022).

Acara pembukaan kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen, Drs. Munadi, M.Si, Kepala SMK Negeri 1 Karanganyar, Kebumen, Drs. Eddy Nugroho, M.Eng., Waka 2 Bidang Kesiswaan Yuni Anjrah MK., S.E., M.Pd., Tim Fasilitator Kebencanaan BPBD Kebumen Andriyo dan Panca Pratama serta Koordinator OSIS SMK Negeri 1 Karanganyar, Adi Kurniawan, S.Pd.

Tema yang diusung dalam kegiatan tersebut adalah “Tanggap, Tangkas dan Tangguh”. Adapun Pelatihan dilakukan secara komprehensif yaitu dengan teori dan praktik sehingga peserta dapat dengan mudah memahami dan menerapkan hasil pelatihan sekolah aman bencana tersebut. Para peserta mendapatkan praktik langsung bagaimana cara memanajemen kebencanaan, Analisis bahaya kerentanan bencana, dan konsep sekolah aman bencana.

Dalam sambutannya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen, Drs. Munadi, M.Si., menyampaikan bahwa pelatihan tersebut bertujuan menyosialisasikan peran masyarakat, khususnya di lingkungan sekolah dalam hal kesiapsiagaan penanggulangan bencana. Muaranya, warga sekolah akan memiliki kemampuan untuk melakukan pengurangan risiko bencana. “Warga sekolah untuk siap dan tanggap jika terjadi bencana, sehingga sedini mungkin kita dapat mengantisipasi bencana tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Karanganyar, Kebumen Drs. Eddy Nugroho, M.Eng. mengapresiasi kegiatan pelatihan sekolah aman bencana yang dipusatkan di sekolahnya. Pihaknya bersyukur bahwa sekolahnya dipilih sebagai salah satu sekolah di Kabupaten Kebumen untuk mendapatkan sosialisasi sekolah aman bencana itu.

Pelatihan ini dirasa sangat penting bagi siswa dan warga sekolah, mengingat siswa SMK Negeri 1 Karanganyar tersebar dari berbagai wilayah. “Sangat pas sekali kita mendapat kepercayaan untuk kegiatan sosialisasi sekolah aman bencana, karena siswa kita tidak hanya dari Karanganyar saja, tapi banyak dari daerah-daerah pegunungan, dekat pantai dan wilayah-wilayah banjir lainnya. Sehingga nanti seandainya ada bencana, siswa sudah bisa mitigasinya,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Eddy juga menyampaikan bahwa yang dipilih untuk ikut sosialisasi kegiatan tersebut adalah siswa-siswi yang aktif dalam organisasi sekolah, seperti pengurus OSIS, PMR, PKS, Dewan Kerja, dan lainnya. Sehingga harapannya, nantinya dapat ditularkan ke siswa lain.

“Hal yang paling penting dari kegiatan tersebut adalah siswa-siswi sudah paham, tidak takut lagi dan bisa mengatasi bagaimana kalau ada bencana, meminimalisir risiko bencana yang ada, sekaligus pencegahannya.” imbuhnya didampingi Waka 2 Bidang Kesiswaan Yuni Anjrah MK., S.E., M.Pd.

Di tempat terpisah, Fasilitator Badan Penanggulangan Bencana, Andriyo, menyampaikan materi yang diberikan meliputi peningkatan pengetahuan kebencanaan di lingkungan sekolah. Dengan materi tersebut pihaknya berharap sekolah dapat mengaplikasikan dan menerapkannya sebagai bentuk upaya pencegahan terjadinya bencana. “Materi yang kita berikan teori dan praktik dengan simulasi bencana, evakuasi dan peringatan ancaman,” paparnya.

Andriyo menambahkan, bahwa satuan pendidikan aman bencana merupakan satuan pendidikan yang menerapkan standar sarana dan prasarana serta budaya yang mampu melindungi warga sekolah dan lingkungan di sekitarnya dari bahaya bencana.

Pihaknya juga menjelaskan, bahwa satuan pendidikan aman bencana merupakan hal yang sangat penting berdasarkan Undang-Undang nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Azazi Manusia dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “Ini salah satu bentuk dari pemenuhan hak setiap anak di Indonesia untuk memperoleh kehidupan yang aman dari bencana selama menempuh pendidikan di sekolah,” tegasnya.

Salah satu peserta pelatihan Amirotun Niswah M (16) dari kelas XI AK 1 ketika dijumpai disela-sela kegiatan menyampaikan bahwa pelatihan tersebut baginya meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan untuk pencegahan dan pengurangan risiko bencana, pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan yang bertanggungjawab, dan adaptasi terhadap risiko bencana.

“Alhamdulillah pak guru, saya jadi paham tentang bagaimana menjaga lingkungan belajar yang aman, baik di masa tidak ada bencana maupun di saat terjadi bencana. Jadi tambah ilmu dan pengetahuan pak.” imbuhnya yang juga punya moto maksimalkan saat ada kesempat itu. (Sef)

———————————————————————————–

JURNALIS GASMEKA
Cerdas Penuh Kreativitas

www.jurnalisgasmeka.com

 

 

 

 

#gasmeka #smknegeri #smknegeri1 #SMKNegeri1Karanganyar #SMKN1Karanganyar #SMKN1KaranganyarKebumen #SMKNegeri1 #SMKNegeri #SMKGasmeka #Gasmeka #GasmekaTivi #GasmekaNews #GasmekaTV

Share this Post
0
0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *