
KARANGANYAR, (JurnalisGasmeka) – Di tengah hangatnya sinar pagi Jumat (4/10/2024) yang menyinari dedaunan dan memberikan semangat baru, SMK Negeri 1 Karanganyar menggelar pengajian rutin bulanan melalui program Jumat Takwa untuk para civitas akademika. Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan menyelimuti acara ini, di mana para guru dan karyawan berkumpul untuk menuntuk ilmu dan refleksi spiritual.
Acara yang berlangsung di Aula SMK Negeri 1 Karanganyar ini menghadirkan narasumber Ustadzah Yenny Rahmawati, S.Ag. dari Kantor Kementerian agama Kabupaten Kebumen, dengan tema “Menjaga Kesehatan Jiwa.”
“Pengajian ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan strategi kepada para guru dan karyawan dalam menjaga keseimbangan mental di tengah tuntutan profesi pendidikan yang semakin kompleks,” ujar Kepala SMK Negeri 1 Karanganyar, Budiyanto, S.Pd.,M.Eng. ketika diwawancari.
Budiyanto juga memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini, yang dinilai sangat penting bagi pengembangan diri para pendidik. Pihaknya berharap pengajian bulanan ini dapat menjadi wadah bagi para guru dan karyawan untuk memperdalam ilmu agama serta memperkuat tali silaturahmi di antara mereka. “Semoga Bapak-Ibu guru dan karyawan dapat meningkatkan iman dan takwa, serta istiqomah dalam mendidik siswa-siswi,” harapnya.
Dalam pemaparannya, Ustadzah Yenny menyampaikan beberapa poin penting, antara lain: berbuat baik, istiqomah, niatkan semua tindakan karena Allah, dan senantiasa berkata jujur. Poin-poin tersebut ditekankan sebagai pengingat bahwa tindakan baik tidak hanya bermanfaat bagi orang lain, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kesehatan jiwa pelakunya.
Salah satu ungkapan yang ditekankan Ustadzah Yenny adalah “Sopo nandur, bakal ngunduh,” yang berarti “barang siapa menanam akan memetik hasilnya.” Ustadzah menjelaskan bahwa setiap perbuatan baik yang dilakukan akan kembali kepada diri sendiri. “Jika engkau berbuat baik, sesungguhnya perbuatan baik itu untuk dirimu sendiri,” tuturnya, menggambarkan bahwa tindakan baik adalah investasi untuk masa depan.
Ustadzah Yenny juga menekankan pentingnya istiqomah dalam menjalani hidup. “Istiqomah bukan berarti alon-alon asal kelakon, tetapi harus memiliki target. Cepat dan selamat,” tegasnya, memberikan motivasi kepada para guru untuk tetap konsisten dalam menjalankan tugas pendidikan.
Selain itu, Ustadzah Yenny mengingatkan pentingnya niat yang tulus dalam setiap aktivitas. “Niatkan semuanya karena Allah,” pintanya, mengajak para peserta kajian untuk mengedepankan niat baik dalam setiap tindakan.
Dalam hal kejujuran, Ustadzah Yenny mengutip Al-Qur’an Surah Al-Ahzab ayat 70: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar.” paparnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadzah Yenny menekankan pentingnya kejujuran dalam kehidupan sehari-hari. “Katakanlah yang benar, walaupun itu pahit,” ungkapnya, mengibaratkan pesan tersebut sebagai pengingat bahwa kejujuran adalah pilar utama dalam menjaga integritas diri serta kesehatan jiwa.
Beliau pun menutup kajian dengan harapan agar setiap guru dapat menerapkan nilai-nilai tersebut dalam proses pendidikan. “Semoga setiap pendidik dapat menginternalisasi prinsip-prinsip ini dalam kegiatan sehari-hari di sekolah. Dengan menerapkan nilai-nilai kejujuran, kebaikan, dan istiqomah, diharapkan para guru tidak hanya menjadi pengajar yang kompeten, tetapi juga teladan bagi siswa-siswi dalam membangun karakter dan mental yang kuat.” pungkasnya.
Acara ditutup dengan do’a bersama yang dipimpin oleh Ustadz Amir Machmud, S.Ag., sebagai ungkapan syukur atas nikmat dan harapan untuk senantiasa menjaga kesehatan jiwa serta kebersamaan di lingkungan pendidikan. (sfd)
———————————————————————————–
#gasmeka #smknegeri #smknegeri1 #SMKNegeri1Karanganyar #SMKN1Karanganyar #SMKN1KaranganyarKebumen #SMKNegeri1 #SMKNegeri #SMKGasmeka #Gasmeka #GasmekaTivi #GasmekaNews #GasmekaTV
JURNALIS GASMEKA
Cerdas Penuh Kreativitas

Tinggalkan Balasan