
Karanganyar, Kebumen, GasmekaNEWS – Kepala SMK Negeri 1 Karanganyar, Kebumen, Sehat Kandiawan, S.Pd., M.Pd., mengajak seluruh warga sekolah untuk “sayang Lisa Manis”. Bukan nama siswi, melainkan akronim dari Lihat Sampah, Mari Kita Sisihkan dan Mari Kita Pilah.
Ajakannya disampaikan saat apel pagi pada Kamis, 19 Juni 2025, dalam rangka mencanangkan Gerakan Bersih-Bersih Bersama yang menjadi bagian dari program Adiwiyata sekolah.
Dalam apel yang diikuti oleh ratusan siswa dan guru yang digelar di halaman sekolah setempat, semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan dikobarkan. Dengan nada penuh motivasi, Kepala Sekolah menyampaikan pentingnya mencintai lingkungan sejak dini dan menjadikannya sebagai budaya di sekolah.
“Pengelolaan sampah bukan hanya tugas rutin, tetapi bagian dari tanggung jawab sosial yang harus ditanamkan sejak dini. Saya yakin, dari kesadaran ini akan lahir kader-kader lingkungan yang siap menjadi agen perubahan,” tegas Sehat Kandiawan.
Gerakan ini menjadi bentuk konkret dari komitmen sekolah dalam mewujudkan lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan berkarakter. Tak hanya sebagai bentuk kegiatan fisik, namun juga sarana pembelajaran karakter dan kecintaan terhadap bumi.
Usai apel pagi, suasana SMK Negeri 1 Karanganyar berubah menjadi lebih hidup saat seluruh warga sekolah secara serentak bergerak membersihkan lingkungan. Tanpa menunggu perintah khusus dan meski dengan perlengkapan seadanya, para siswa menunjukkan semangat dan kepedulian yang tinggi.
Kegiatan dilakukan di berbagai area seperti ruang kelas, taman sekolah, area parkir, hingga saluran air, dengan sampah yang dikumpulkan dipilah sesuai jenisnya: organik dan anorganik.
“Seru, biasanya bersih-bersih itu terasa berat. Tapi kalau bareng-bareng, jadi menyenangkan,” ujar Klaudia Nur Fadillah (17), siswi kelas XI MP 1 yang ikut memungut sampah di area taman depan sekolah.
Kegiatan sederhana ini bukan hanya menciptakan lingkungan yang bersih, tetapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan dan tanggung jawab bersama.

Menurut Klaudia, kegiatan seperti ini sangat tepat diterapkan di SMK Gasmeka yang kini tengah berproses menuju sekolah Adiwiyata. Selain mendukung visi sekolah yang ramah lingkungan, inisiatif semacam ini juga dapat menginspirasi siswa lain untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar.
“Semoga sekolah kita makin peduli dengan masalah sampah, dan cita-cita menjadi Sekolah Adiwiyata Nasional bisa segera terwujud,” harapnya penuh semangat.
Guru-guru pun turut andil. Tidak hanya mengawasi, mereka ikut terlibat langsung dalam aksi bersih-bersih, memberi contoh nyata kepada para siswa bahwa peduli lingkungan bukan sekadar teori.
Waka Kesiswaan SMK Negeri 1 Karanganyar, Yuni Anjrah MK., S.E., M.Pd., menambahkan bahwa gerakan ini akan menjadi kegiatan rutin bulanan yang melibatkan seluruh warga sekolah, baik dalam perencanaan maupun evaluasinya.
Kegiatan ini dirancang bukan hanya untuk menjaga kebersihan, tetapi juga membangun karakter peduli lingkungan. “Lisa Manis bukan sekadar slogan. Ia menjadi cermin dari karakter warga sekolah kita yang cinta kebersihan dan peduli lingkungan,” ujar Yuni sambil tersenyum.
Yuni juga meyakini bahwa Insyaallah, lingkungan yang sehat dan bersih akan menambah semangat belajar dan bekerja.
Lebih dari itu, Yuni berharap pengelolaan sampah di sekolah tak hanya berhenti pada aksi bersih-bersih, melainkan juga menjadi sarana untuk menggali imajinasi dan kreativitas siswa dalam menciptakan karya-karya yang bernilai dari sampah yang ada.
Tak hanya gerakan fisik, sekolah melalui Ekstrakurikuler Lingkungan Hidup juga menyiapkan program lanjutan seperti bank sampah siswa, lomba kelas terbersih, dan pelatihan daur ulang kreatif. Seluruh kegiatan ini diarahkan untuk mendukung terwujudnya SMK Negeri 1 Karanganyar sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional. (sfd)
Lihat sampah, langsung ingat si Lisa Manis
Wah, betul sekali! Itu tandanya semangat “Lisa Manis” sudah mulai tertanam di hati kita semua Yuk, terus budayakan memilah sampah dan menjaga kebersihan lingkungan, mulai dari sekolah!
Mulai dari diri… sampai aksi nyata.
Contohnya gerakan bawa tumbler kemana2 untuk mengurangi sambah botol plastik..
Wah, betul sekali Kak! Aksi sederhana seperti membawa tumbler itu keren banget dan jadi contoh nyata peduli lingkungan.
Terima kasih sudah berbagi inspirasi, semoga makin banyak yang mengikuti jejak Kakak!
Mulai dari diri… sampai aksi nyata.
Contohnya gerakan bawa tumbler kemana2 untuk mengurangi sambah botol plastik..
Wah, betul sekali Kak! Aksi sederhana seperti membawa tumbler itu keren banget dan jadi contoh nyata peduli lingkungan.
Terima kasih sudah berbagi inspirasi, semoga makin banyak yang mengikuti jejak Kakak!
Luar biasa.. gasmeka bersih,, gasmeka sehat.. ❤️
Terima kasih banyak, Kak! Semangat Kakak ikut menyemangati kami semua untuk terus menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah. Gasmeka Hebat, Gasmeka Sehat!
Yuk mulai dari hal kecil untuk cinta lingkungan yg akan berdampak baik pula untuk kita dan anak cucu kita.
LISA MANIS, Lihat Sampah Mari Sisihkan.
Wah, sepakat banget Kak! Langkah kecil hari ini akan jadi warisan besar untuk generasi mendatang
Terima kasih sudah mendukung gerakan Lisa Manis. Yuk, terus sebarkan semangat peduli lingkungan!
Lisa manis, mari kita dukung kelola sampah dengan baik dengan memilah milih sampah dan memanfaatkan sampah, serta berusaha mencoba mengurangi sampah. Mulai dari diri sendiri.
Terima kasih banyak, Kak! Pesannya sangat inspiratif
Memilah, memanfaatkan, dan mengurangi sampah memang harus dimulai dari diri sendiri. Semoga semangat Lisa Manis ini terus tumbuh dan membawa dampak positif untuk lingkungan kita semua!
Mari kita dukung Lisa manis yang nantinya akan berbuah manis dengan mengelola sampah dengan baik.
Setuju banget, Kak! Dukung Lisa Manis, insyaallah hasilnya juga manis 🍃 Terima kasih atas dukungannya, semoga semangat pengelolaan sampah yang baik terus tumbuh di hati kita semua!