1 Agu 2025 18:56 - 2 menit membaca

Lebih Sayang Jajan daripada Pemberi? SMK Gasmeka Gelar Pengajian Rohani

Bagikan

Karanganyar, Kebumen, MediaJurnalis – Di tengah kesibukan dunia pendidikan, SMK Negeri 1 Karanganyar menghadirkan ruang jeda spiritual lewat pengajian rohani yang diikuti seluruh guru dan karyawan pada Jumat pagi, 1 Agustus 2025.

Bertempat di Ruang Pertemuan sekolah, kegiatan ini menghadirkan Kyai Muhamad Najibu Zuhad, S.Sy., Penyuluh Agama Islam dari KUA Ambal, Kebumen.

Pengajian ini menghadirkan suasana teduh dan reflektif. Dalam tausiyahnya, Kyai Najibu menyampaikan pesan menyentuh melalui analogi sederhana namun dalam makna: “Kebanyakan orang lebih peduli pada jajannya daripada pada yang memberi jajan.”

Sebagai pembuka renungan, beliau mengingatkan bahwa segala nikmat yang kita rasakan bersumber dari Allah SWT. Sayangnya, manusia kerap terlena oleh kenikmatan dan lupa bersyukur kepada Sang Pemberi.

“Seringkali kita terpesona pada nikmat, lupa pada Sang Pemberi,” ujarnya.

Sebagai penguat spiritual, Kyai Najibu mengutip QS Ibrahim ayat 7: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu.”

Ayat ini menjadi inti dari pesan yang disampaikan: bahwa syukur sejati bukan sekadar ucapan, melainkan sikap hidup yang nyata.

Menurutnya, kebahagiaan dan ketenangan bukan berasal dari kemewahan, tetapi dari cara seseorang memandang hidup. Pihaknya menekankan pentingnya bersyukur, bekerja keras, dan menjaga kesehatan sebagai bentuk tanggung jawab atas nikmat Tuhan.

Lebih lanjut, Kyai Najibu menyampaikan tiga kunci utama ketenangan hati. Pertama adalah konaah, yaitu sikap merasa cukup dengan apa yang dimiliki tanpa iri pada rezeki orang lain. Orang yang konaah akan terhindar dari stres karena tidak mengejar dunia secara berlebihan.

Beliau juga menekankan pentingnya hidup sederhana, tidak berlebihan maupun kekurangan, tetapi tetap dijalani dengan sungguh-sungguh. Ketenangan batin, katanya, adalah buah dari usaha dan keikhlasan, bukan sekadar harapan kosong.

Selain itu, kesehatan juga menjadi sorotan penting. Menurutnya, kesehatan jasmani dan rohani adalah nikmat besar yang kerap diabaikan, padahal menjadi bekal utama untuk beribadah, berkarya, dan berbuat baik.

“Sehat itu baru terasa mahal saat kita kehilangannya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Karanganyar, Sehat Kandiawan, S.Pd., M.Pd., turut mengapresiasi kegiatan ini dan berharap agar pengajian semacam ini menjadi penguat ruhani yang rutin.

“Kita perlu menguatkan bukan hanya ilmu, tapi juga ruhani,” ungkapnya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Kyai Najibu. Doa itu mengalirkan harapan untuk keberkahan, ketenangan, dan keselamatan bagi seluruh warga sekolah. Suasana hening penuh hikmah menjadi penutup yang menyentuh hati. (sfd/ben)

Share this Post
3
0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *