27 Agu 2025 15:10 - 2 menit membaca

TKA 2025, Bung Tuwuh Mongso Ketigo: Ikhtiar di Tengah Keterbatasan

Bagikan

Karanganyar, Kebumen, MediaJurnalis – Dalam suasana penuh kebersamaan, SMK Negeri 1 Karanganyar menggelar Rapat Sosialisasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada Rabu, (27/82025) pagi, di aula sekolah setempat.

Seperti tunas yang tumbuh di musim kemarau “bung tuwuh mongso ketigo” rapat ini menjadi simbol ikhtiar sekolah dalam mempersiapkan siswa menghadapi TKA 2025 di tengah keterbatasan.

Namun, rapat itu bukan sekadar agenda formal. Kehangatan diskusi antara pimpinan sekolah, guru, dan wali kelas menumbuhkan optimisme baru. Setiap peserta menyimak penjelasan teknis dengan penuh perhatian.

Sementara itu, dalam sambutannya, Kepala SMK Negeri 1 Karanganyar, Sehat Kandiawan, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa fasilitas yang terbatas tidak boleh melemahkan semangat melayani. Sebaliknya, kondisi ini harus menjadi cambuk untuk terus berbenah.

Justru, dari keterbatasan lahir tekad yang lebih besar. Tahun depan, sekolah berkomitmen menata persiapan lebih matang dan mengantisipasi kebutuhan sejak dini agar pelaksanaan TKA lebih maksimal.

Pada akhirnya, ikhtiar adalah kewajiban yang tak boleh ditinggalkan, sementara hasil akhir sepenuhnya ditentukan oleh Tuhan.

Menurutnya, meskipun fasilitasi sekolah masih seadanya dan mungkin dipandang belum ideal, hal itu harus tetap menjadi penyemangat untuk melayani siswa dengan sepenuh hati.

“Insya Allah, tahun depan semua bisa dipersiapkan, ditata, dan diantisipasi sejak awal dengan lebih baik lagi. Ikhtiar harus terus dilakukan, sedangkan hasil akhirnya kita serahkan sepenuhnya kepada Allah,” tegas kasek Sehat.

Akan tetapi, semangat itu tidak hanya datang dari pimpinan sekolah. Waka Kurikulum, Umi Bekti Utami, S.Pd., M.Pd., menegaskan pentingnya penyamaan persepsi agar guru, wali kelas, dan siswa bergerak seirama.

“Dengan sosialisasi ini, kita ingin memastikan semua pihak memahami alur TKA. Harapannya, anak-anak tetap siap menghadapi tes meski sedang PKL,” jelas Umi.

Bahkan, dari rapat tersebut lahir keputusan penting. Pendaftaran peserta berlangsung 24 Agustus–5 Oktober 2025, dilanjutkan simulasi, gladi bersih, ujian utama 3–6 November 2025, serta ujian susulan 17–20 November 2025.

Oleh karena itu, sekolah menyiapkan strategi pendampingan khusus bagi siswa PKL. Mulai koordinasi dengan industri, penyesuaian waktu, hingga pemberian motivasi, semua dilakukan agar siswa tetap fokus menghadapi ujian.

Lebih jauh lagi, rapat ini menegaskan bahwa TKA bukan sekadar ujian akademik, melainkan instrumen nasional untuk memetakan kemampuan siswa SMK dan mengukur mutu pendidikan vokasi.

Pada akhirnya, filosofi “Bung Tuwuh Mongso Ketigo” menemukan relevansinya. Seperti tunas yang tetap tumbuh di musim kemarau, SMK Negeri 1 Karanganyar menegaskan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berusaha. Ikhtiar harus dijalankan, dan hasilnya sepenuhnya dipasrahkan kepada Tuhan. (sfd/ben)

Baca Berita Lainnya :  

Share this Post
4
0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MasyaAllah, semangat yang luar biasa 😊💪
Semoga semangat menjalankan tugas dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab seperti ini terus tumbuh dalam diri anak-anak. InsyaAllah setiap amanah yang dijalankan dengan sungguh-sungguh akan membawa pengalaman dan hasil yang baik 🙏

Terima kasih atas masukan dan perhatiannya 😊
Kami memahami setiap kegiatan tentu memiliki sudut pandang dan evaluasi masing-masing. Ke depan, semoga seluruh program sekolah dan kegiatan siswa dapat terus berjalan lebih baik, seimbang, serta tetap mendukung proses belajar dan pengembangan potensi peserta didik 🙏