26 Sep 2025 19:13 - 2 menit membaca

SMK Negeri 1 Karanganyar Tunjukkan Komitmen Adiwiyata Lewat Aksi World Cleanup Day

Bagikan

Karanganyar, Kebumen, MediaJurnalis – SMK Negeri 1 Karanganyar menegaskan komitmennya sebagai sekolah Adiwiyata dengan berpartisipasi dalam World Cleanup Day (WCD) 2025 di Alun-Alun Karanganyar, Jumat (26/9/2025).

Kepedulian terhadap lingkungan bukan sekadar jargon. Hal itu terlihat dari aksi ratusan siswa dan guru yang mengikuti senam bersama, lalu memungut serta memilah sampah di sekitar alun-alun.

Kepala SMK Negeri 1 Karanganyar, Sehat Kandiawan, S.Pd., M.Pd., menyebut kegiatan ini sebagai implementasi budaya sekolah.

“Adiwiyata bukan hanya penghargaan, melainkan tanggung jawab untuk terus menanamkan nilai peduli lingkungan,” tegasnya.

Pada 2023, sekolah ini meraih sertifikat nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Sertifikat tersebut berlaku selama lima tahun dan menjadi pijakan bagi penguatan program pelestarian lingkungan.

Predikat nasional itu menunjukkan konsistensi SMK Negeri 1 Karanganyar dalam mengintegrasikan pendidikan lingkungan hidup pada berbagai aspek pembelajaran, mulai dari intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, hingga aksi nyata di masyarakat.

Partisipasi dalam WCD 2025 menjadi bagian dari upaya sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan. Sekolah berharap aksi ini memberi contoh bahwa pelestarian bumi adalah tanggung jawab bersama.

Kegiatan berjalan tertib sesuai rundown sejak pukul 07.30 hingga sekitar 09.30 WIB. Setelah senam pagi, siswa dan guru memungut sampah, memilah organik dan anorganik, kemudian acara ditutup dengan pembagian hadiah.

Lebih jauh, Pimpinan Sekolah ini menyampaikan, sekolah berkomitmen melahirkan generasi yang peduli terhadap lingkungan.

“Kami ingin siswa tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga menjadi agen perubahan dalam pelestarian bumi,” ujarnya.

Pihaknya menegaskan bahwa pemungutan sampah di Alun-Alun Karanganyar hanyalah langkah awal. Upaya menjaga lingkungan perlu dilanjutkan melalui proses yang berkesinambungan dan berkelanjutan.

Menurut Kasek Sehat, tahap berikutnya adalah pemilahan dan pengolahan sampah. Hal ini sejalan dengan program sekolah LISA MANIS (Lihat Sampah, Mari Kita Sisihkan, dan Mari Kita Pilah dengan Inovasi Sekolah).

Dengan status Adiwiyata, SMK Negeri 1 Karanganyar bertekad menjaga konsistensi program hijau baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat. Langkah ini sekaligus membuktikan peran dunia pendidikan dalam isu lingkungan global.

World Cleanup Day adalah gerakan serentak di lebih dari 190 negara yang bertujuan mengurangi persoalan sampah dan membangun kesadaran kolektif. Keterlibatan SMK Negeri 1 Karanganyar diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah lain.

Status Adiwiyata bukan sekadar gelar, melainkan budaya yang terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Melalui aksi ini, sekolah memperkuat identitasnya sebagai institusi yang aktif membangun masa depan bumi yang lebih bersih dan berkelanjutan. (kin/vi/ar) 

Baca Berita Lainnya :  

 

Share this Post
2
0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terima kasih atas semangat dan kepeduliannya 😊
Semoga gerakan bakti lingkungan seperti ini dapat terus menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk menjaga kebersihan dan mencintai lingkungan. Langkah kecil yang dilakukan bersama-sama akan membawa perubahan besar menuju Indonesia yang lebih bersih, sehat, dan nyaman di masa depan 🇮🇩🙏

Terima kasih atas apresiasi dan semangatnya 😊
Semoga budaya peduli lingkungan terus tumbuh di lingkungan sekolah sehingga tercipta suasana Gasmeka yang sehat, bersih, aman, dan nyaman untuk belajar serta berkarya bersama 🙏

Bagus sekali untuk membangun kesadaran berlingkungan siswa/I Gasmeka, semoga menjadi program berkelanjutan tidak hanya di wilayah sekitar sekolah

Terima kasih atas dukungan dan masukannya 😊
Semoga kegiatan seperti ini benar-benar dapat membangun kesadaran dan kepedulian lingkungan bagi siswa-siswi Gasmeka. Harapannya, semangat menjaga kebersihan tidak hanya dilakukan di lingkungan sekolah, tetapi juga terus diterapkan di rumah maupun masyarakat sekitar sebagai budaya positif yang berkelanjutan 🙏