
Semarang, GasmekaNews | Seiring pesatnya laju teknologi digital, gelombang transformasi kreativitas mulai menguat di Ruang Praktik Muria BPSDMD Provinsi Jawa Tengah saat Pelatihan Pengenalan Artificial Intelligence (AI) di Dunia Kreatif resmi digelar sebagai bagian dari penguatan kompetensi aparatur sipil negara.
Kegiatan yang berlangsung pada sesi pertama, Senin (8/12/25) itu menghadirkan Andre Dwi Herdhiyanto, S.T., M.T., selaku Instruktur dan Asesor BPPTIK Kominfo, sebagai narasumber utama yang membimbing peserta memasuki dunia kecerdasan buatan yang kian relevan dalam komunikasi publik.
Dalam pemaparannya, Andre menekankan pentingnya pemanfaatan AI bagi ASN, terutama untuk mendukung lahirnya konten publik yang kreatif, informatif, dan mudah dipahami masyarakat di tengah banjir informasi digital.
“AI bukan sekadar tren, tetapi alat strategis agar pesan pemerintah bisa sampai dengan cara yang lebih menarik dan efektif,” tegas Andre di hadapan peserta.
Para peserta dibekali pemahaman mengenai konsep dasar AI, termasuk perbedaan AI dengan perangkat lunak konvensional, serta pengenalan machine learning dan generative AI yang kini menjadi tulang punggung berbagai inovasi digital.

Beragam contoh penerapan AI dalam kehidupan sehari-hari turut dipaparkan, mulai dari voice assistant, smart home, e-commerce, hingga sistem rekomendasi media sosial yang semakin dekat dan memengaruhi pola konsumsi informasi masyarakat.
Salah satu peserta, Juhanto Adi Purnomo, S.Pd. (46), mengungkapkan antusiasmenya usai mengikuti sesi materi.
“Pelatihan ini sangat membuka wawasan saya. Sekarang saya lebih paham bagaimana AI bisa membantu kami membuat konten yang lebih edukatif dan mudah diterima masyarakat,” ujarnya.
Selain membuka ruang kreativitas, Andre juga menegaskan bahwa kehadiran AI tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran manusia, melainkan sebagai alat bantu dalam meningkatkan produktivitas, kualitas kerja, dan daya inovasi ASN.
Aspek etika penggunaan AI menjadi sorotan penting, mulai dari prinsip transparansi, perlindungan data pribadi, hingga pencegahan penyebaran hoaks dalam komunikasi publik agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga.
Pada sesi perencanaan konten, peserta diajak menyelami strategi riset audiens, penentuan tujuan, penyusunan indikator kinerja (KPI), serta teknik merancang pesan agar lebih tepat sasaran dan berdampak luas.
Suasana pelatihan kian hidup ketika peserta terlibat langsung dalam praktik penggunaan berbagai tools AI untuk menghasilkan konten kreatif, menciptakan atmosfer belajar yang aktif, kolaboratif, dan penuh rasa ingin tahu.
Melalui pelatihan ini, diharapkan ASN tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi penggerak perubahan dalam pelayanan publik yang berbasis inovasi digital. (sfd)
Baca Berita Lainnya :
Tinggalkan Balasan