7 Jan 2026 15:17 - 3 menit membaca

Lomba Mural Warnai HUT ke-58 Gasmeka, Kreativitas Siswa Melampaui Ekspektasi Juri

Bagikan

Karanganyar, GasmekaNEWS — Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 SMK Negeri 1 Karanganyar, panitia Jayasta Fest 58 menggelar Lomba Mural yang berlangsung selama dua hari, Senin–Selasa (5–6 Januari 2026).

Melalui kegiatan ini, sekolah membuka ruang ekspresi kreatif bagi peserta didik untuk menyalurkan ide, imajinasi, dan kepekaan artistik, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang lebih estetik, edukatif, dan bernuansa positif.

Sementara itu, kegiatan lomba mural diikuti oleh perwakilan kelas dari seluruh tingkat, dengan total 24 kelas yang berpartisipasi. Setiap kelas mendapatkan satu bidang atau space dinding sekolah sebagai media mural, sehingga sebanyak 24 titik dinding sekolah disulap menjadi kanvas seni yang penuh warna dan makna.

Dalam pelaksanaannya, para peserta secara mandiri menyiapkan berbagai perlengkapan dan bahan mural, seperti cat tembok, kuas berbagai ukuran, rol cat, palet, ember, air, pensil dan spidol sketsa, kapur, lakban kertas, hingga alat kebersihan.

Selanjutnya, proses pengerjaan mural dilakukan secara kolaboratif oleh tim dari masing-masing kelas. Setiap peserta saling berbagi peran mulai dari pembuatan sketsa, pewarnaan, hingga perapian akhir agar hasil karya tampil maksimal dan selaras dengan tema yang ditetapkan.

Sebelum mulai melukis, panitia menetapkan mekanisme lomba melalui beberapa tahapan penilaian. Peserta diwajibkan mengumpulkan sketsa desain mural sesuai tema yang ditentukan, dilanjutkan dengan penentuan dan pembagian lokasi dinding, serta pengarahan teknis agar hasil mural tetap aman, rapi, dan selaras dengan lingkungan sekolah.

Adapun teknik penilaian, juri menilai berdasarkan kesesuaian tema, kreativitas ide, kualitas sketsa, komposisi dan pewarnaan, kerapian pengerjaan, serta pesan positif yang disampaikan melalui mural. Proses ini memastikan bahwa lomba tidak hanya menitikberatkan pada estetika, tetapi juga nilai edukatif.

Juri Lomba Mural, Agung Prasetyo, S.Sn., mengaku terkejut dengan antusiasme peserta yang dinilai melampaui ekspektasi. Ia menilai keterlibatan siswa, khususnya siswi, menjadi hal yang sangat membanggakan.

“Antusias anak-anak di luar ekspektasi kami, terutama anak-anak perempuan yang selama ini relatif tidak pernah diajarkan seni rupa. Namun ketika lomba mural ini digelar, antusiasmenya luar biasa dan hasilnya pun melebihi harapan,” ujarnya.

Menurut Agung, kualitas karya peserta terlihat sejak tahap awal. Sketsa yang dikumpulkan dinilai sudah sangat matang, sementara pewarnaan dan kesesuaian dengan tema juga dikerjakan dengan baik oleh para peserta.

“Dari sketsanya saja sudah terlihat bagus, kemudian pewarnaannya juga pas dan sesuai tema. Ini menunjukkan potensi seni yang selama ini mungkin belum tergali,” tambahnya.

Lebih lanjut, Agung menekankan bahwa seni memiliki peran penting bagi kesejahteraan ruhani peserta didik. Ia berharap kegiatan ini mampu membuka ruang pengembangan bakat dan bahkan peluang karier di bidang seni.

“Bagaimanapun seni itu penting untuk kesejahteraan secara ruhani. Anak-anak yang memiliki keterampilan seni, baik seni rupa, musik, tari, dan lainnya bisa memanfaatkan ilmunya, bahkan syukur-syukur dapat menunjang karier mereka ke depan,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu peserta lomba, Nataniel Tegar Pratama (XI PM 2), mengaku senang dapat terlibat langsung dalam mengubah wajah sekolah melalui mural.

“Awalnya dinding ini terlihat kurang estetik dan kurang hidup. Sekarang jadi berwarna dan lebih hidup. Harapannya, teman-teman yang melewati dan melihat dinding ini bisa merasakan suasana yang lebih positif,” tuturnya.

Senada dengan itu, peserta lain, Wastu Sadina Hartono, menyampaikan kesannya mengikuti lomba mural. Menurutnya, kegiatan ini sangat menyenangkan karena sesuai dengan hobi, meskipun cukup menguras tenaga.

“Saya senang bisa memberi warna di sekolah hijau ini. Kegiatannya seru karena sesuai hobi saya, walaupun capek dan menguras tenaga. Semoga mural ini bisa bertahan lama dan terus dikembangkan untuk siswa yang punya passion seni rupa,” ujarnya. (sfd)

Baca Berita Lainnya :

Share this Post
19
0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Luar biasa kreativitas murid2…love All💞💕❤️❤️❤️❤️❤️❤️

Dulu seni mural didominasi anak lelaki ternyata anak2 perempuan saat ini mulai menunjukkan ketertarikannya di dunia seni mural,,,,,,
Good job n great emancipation,,,,,