
Kebumen, GasmekaNEWS – SMK Negeri 1 Karanganyar, Kabupaten Kebumen yang lebih dikenal dengan SMK Gasmeka, menerima Piagam Penghargaan Program Inklusi Kesadaran Pajak dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) atas keberhasilan menjalankan program edukasi perpajakan di lingkungan sekolah.
Sebagai bentuk apresiasi, penyerahan piagam tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kebumen, Rabu (4/2/2026), dalam rangka Program Inklusi Kesadaran Pajak Kanwil DJP Jawa Tengah II Tahun 2025.
Melalui program ini, DJP mendorong penguatan literasi pajak sejak dini dengan memanfaatkan jalur pendidikan formal sebagai sarana pembentukan karakter warga negara khususnya peserta didik.
Piagam penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala KPP Pratama Kebumen, Nugroho Apriyanto, S.E., M.Si. kepada perwakilan SMK Negeri 1 Karanganyar sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif sekolah dalam mendukung program inklusi kesadaran pajak.
Secara prinsip, program inklusi kesadaran pajak dirancang untuk menanamkan pemahaman tentang peran pajak dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kepada peserta didik.

Untuk mencapai tujuan tersebut, pelaksanaan program dilakukan melalui lima tahapan utama yang harus dilaksanakan secara berkelanjutan oleh sekolah dan tenaga pendidik.
Pada tahap awal, fasilitator inklusi melaksanakan koordinasi dan sharing session dengan pihak pendidik guna membangun pemahaman tentang urgensi integrasi kesadaran pajak dalam pembelajaran.
Berikutnya, guru mitra memperoleh bimbingan teknis untuk mengintegrasikan materi perpajakan ke dalam mata pelajaran yang relevan melalui penyusunan Modul Ajar.
Setelah itu, materi kesadaran pajak diimplementasikan secara langsung dalam kegiatan belajar mengajar di kelas secara kontekstual.

Seiring pelaksanaan pembelajaran, fasilitator inklusi melakukan monitoring melalui metode sit in untuk memantau proses pembelajaran di kelas.
Tak berhenti di situ, evaluasi juga dilakukan dengan mengintegrasikan unsur kesadaran pajak ke dalam soal ujian, penugasan, atau kuis yang telah disahkan oleh satuan pendidikan.
Melalui rangkaian tahapan tersebut, SMK Negeri 1 Karanganyar dinilai berhasil melaksanakan program secara utuh melalui peran aktif Esti Ariani, S.Pd., M.Pd., selaku Guru Mitra Inklusi.
Menurut Esti Ariani, program ini memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter peserta didik.
“Kesadaran pajak perlu ditanamkan sejak dini agar siswa memahami perannya sebagai warga negara,” ujarnya.
Di sisi lain, keberhasilan program ini juga mencerminkan kuatnya kolaborasi antara dunia pendidikan dan otoritas perpajakan dalam membangun kesadaran publik.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Karanganyar, Sehat Kandiawan, S.Pd., M.Pd., menyebut Program Inklusi Kesadaran Pajak sejalan dengan kebijakan pendidikan nasional sebagai bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka.
Program tersebut, menurutnya, berkaitan dengan pembelajaran mendalam dalam Kerangka Pembelajaran Kemitraan yang mendorong kolaborasi lintas sektor.
“Program Inklusi Kesadaran Pajak merupakan implementasi Kurikulum Merdeka melalui pembelajaran mendalam,” ujarnya.
Ia menegaskan, SMK Negeri 1 Karanganyar dipercaya sebagai sekolah mitra dalam penguatan kesadaran pajak.
Kepercayaan tersebut, lanjutnya, membawa konsekuensi untuk mengintegrasikan pengetahuan perpajakan ke dalam pembelajaran secara berkelanjutan. (sfd/ben)
Baca Berita Lainnya :
Selamat Bu Esti, Ibu Guru yg selalu berdedikasi dan menginspirasi
Hebat Bu Esti👍👍👍
Alhamdulillah, luar biasa Bu Esti
Berkah barokah..
Siap dpt imbasan..
Terima kasih Saya ucapkan kepada Bp Kepala SMK Negeri 1 Karanganyar, yang telah memberikan motivasi, dukungan, fasilitas, dan sebagainya sehingga Program Inklusi Kesadaran Pajak terlaksana. Terima kasih kepada Bp Ibu Guru dan Karyawan serta Murid SMK Negeri 1 Karanganyar. Terima kasih kepada DJP Kanwil Jateng II dan KPP Pratama Kebumen.