8 Mei 2026 17:13 - 3 menit membaca

Angkat Kisah Keluarga Penuh Air Mata, Teater Revolusi Gasmeka Tampilkan Drama Menyentuh

Bagikan

KARANGANYAR, GasmekaNEWS — Suasana haru menyelimuti halaman SMK Negeri 1 Karanganyar Kebumen saat Ekstrakurikuler Teater Revolusi Gasmeka menampilkan drama bertajuk “Mengapa Ibu Memilih Bapak?”, Jumat (8/5/2026) siang.

Drama yang mengangkat kisah keluarga penuh konflik dan pengorbanan seorang ibu tersebut sukses menarik perhatian penonton hingga beberapa kali terdengar tepuk tangan dan suasana hening penuh emosi.

Pagelaran tersebut menjadi bagian dari rangkaian pelantikan anggota dewan Teater Revolusi Gasmeka periode 2026/2027.

Sebanyak 22 peserta terlibat dalam pementasan tersebut, mulai dari pemeran, tim properti, artistik pertunjukan, tata rias, operator sound system, hingga penyusun naskah dan tim teknis acara.

Menariknya, seluruh konsep pementasan digarap langsung oleh para anggota atau andik Teater Revolusi Gasmeka. Sementara itu, dewan ekstrakurikuler hanya berperan sebagai pendamping dan pengarah selama proses persiapan berlangsung.

Ketua Ekstrakurikuler Teater Revolusi Gasmeka, Assyfa Nahla Mauddina, siswi kelas XI AK 1, mengatakan persiapan pagelaran dilakukan selama kurang lebih satu bulan.

Menurutnya, proses latihan hingga penyusunan konsep menjadi pengalaman berharga bagi anggota untuk belajar tanggung jawab, komunikasi, dan kerja sama tim.

“Projek ini benar-benar murni hasil karya adik-adik. Mulai dari naskah, properti, sampai teknis pementasan semuanya dikerjakan sendiri, sedangkan dewan hanya mendampingi dan mengarahkan,” ujarnya.

Ia berharap anggota dewan baru yang akan dilantik nantinya mampu menjaga amanah dan tanggung jawab yang telah diberikan.

“Semoga adik-adik yang dilantik nanti mampu menjaga tanggung jawab dan amanah yang kami berikan. Semoga Teater Revolusi Gasmeka semakin maju, dan semakin kompak” tambahnya.

Drama “Mengapa Ibu Memilih Bapak?” mengangkat kisah keluarga sederhana yang dipenuhi konflik kehidupan, perjuangan seorang ibu, hingga relasi anak dan orang tua yang emosional.

Alur cerita yang menyentuh membuat suasana pagelaran beberapa kali dipenuhi tepuk tangan dan keheningan haru dari para penonton.

Salah satu pemeran, Ardira Restya Heningrum Tauladani dari kelas X PM 1 yang memerankan tokoh ibu, mengaku tertantang membawakan karakter tersebut.

Menurutnya, tokoh ibu dalam cerita memiliki beban emosi yang cukup kuat sehingga membutuhkan pendalaman karakter selama latihan.

“Awalnya cukup sulit karena harus membawakan karakter ibu yang sabar dan penuh pengorbanan. Tapi dari situ saya jadi banyak belajar tentang perasaan seorang ibu dan kerja sama dalam tim,” ujarnya.

Sebagai pembina ekstrakurikuler, Sefri Rahma Wardani, S.Pd., M.Pd. dan Septi Diah Pita Sari, S.Pd., turut mengapresiasi proses dan hasil pagelaran yang ditampilkan para anggota.

Keduanya menilai pementasan tersebut bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan ruang pembelajaran bagi siswa untuk membangun karakter, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama dalam tim.

“Melalui proses latihan hingga pementasan, siswa belajar tentang disiplin, komunikasi, keberanian tampil, serta bagaimana menghargai sebuah proses. Itu menjadi nilai penting dalam kegiatan teater,” ujar Sefri. 

Ia juga mengapresiasi keterlibatan penuh anggota yang mampu menyusun konsep pertunjukan secara mandiri, mulai dari penulisan naskah hingga teknis acara.

Senada dengan itu, Septi berharap Teater Revolusi Gasmeka dapat terus berkembang dan menjadi wadah positif bagi siswa untuk menyalurkan kreativitas serta bakat di bidang seni.

“Semoga Teater Revolusi Gasmeka semakin maju, semakin solid, dan terus melahirkan karya-karya kreatif yang mampu menginspirasi. Kami juga berharap ekstrakurikuler ini dapat terus berkolaborasi dengan kegiatan maupun ekstrakurikuler lain di sekolah,” harapnya.

Selain menjadi hiburan, pagelaran tersebut juga menjadi ruang bagi anggota untuk mengembangkan kreativitas, keberanian tampil, serta memperkuat kekompakan tim.

Pementasan berlangsung meriah dan mendapat antusiasme dari siswa maupun guru yang memadati area pertunjukan hingga acara selesai. (sfd)

Share this Post
6
0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Totalitas acting dan ide cerita yang relate dengan situasi, terbaik untuk ekstra Teater…

Teater Revolusi Gasmeka benar-benar menunjukkan kreativitas dan bakat yang luar biasa.”

Sukses untuk Teater Revolusi Gasmeka dan Guru Pembimbingnya, yg sudah menghasilkan karya yang membanggakan